Jumat, 18 Januari 2013

Setiap orang genius pernah jadi Orang Gagal

"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak
takut gagal. Kegagalan adalah batu
loncatan lain untuk keberhasilan" - Oprah Winfrey

Dear My Friends,

Saat Anda mengalami masa-masa sulit,
memang susah menjaga pola pikir untuk
tetap  positif dan mencegah hati
merasa sebagai seorang pecundang.

Tetapi dengan mengingat lagi
kisah-kisah orang besar, bisa
dipastikan setiap orang yang berhasil
pasti pernah gagal. Tetapi mereka
tidak pernah menganggap dirinya
sebagai orang gagal.

Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu
pencipta musik genius pernah dikritik
oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap
operanya berjudul The Marriage of
Vigaro "terlalu bising" dan
mengandung "terlalu banyak not".

Pelukis Vincent van Gogh yang
lukisannya mencapai rekor tertinggi
dalam nilai penjualan, hanya berhasil
menjual satu lukisan selama seumur
hidupnya.

Mantan presiden Amerika Serikat,
Abraham Lincoln pun punya daftar
panjang kegagalan. Gagal dalam
bisnis, berulang kali juga gagal
terpilih menjadi anggota kongres dan
senat. Hingga pada akhirnya, di tahun
1860 ia terpilih sebagai presiden
ke-16 Amerika Serikat  dan menjadi
salah satu presiden tersukses dalam
sejarah negara itu.

Pada akhirnya, tidak jadi masalah,
kapan dan di mana Anda pernah gagal
atau berapa banyak kesalahan yang
Anda buat. Saat menghadapi semua
kesulitan, penolakan dan kegagalan
itu, tetaplah percaya diri dan
MENOLAK menganggap diri sebagai
orang gagal.

Komitmen untuk berkomitmen

"Ada perbedaan antara minat dan
komitmen. Saat Anda tertarik
melakukan sesuatu, Anda
mengerjakannya hanya jika situasi
mengizinkan. Tetapi saat Anda
berkomitmen melakukan sesuatu, Anda
tidak menerima alasan, hanya hasil" -
Anonim

Dear My Friends,

Jika usaha Anda belum membuahkan
hasil, bisnis Anda belum menghasilkan
keuntungan yang Anda harapkan, atau
hubungan dengan pasangan yang tengah
goyah, ingatlah kembali pada komitmen
awal pada saat Anda menetapkan
tujuan.

Berpegang teguhlah pada komitmen
tersebut. Sebuah tujuan yang gagal,
proyek yang tidak selesai, hubungan
yang putus, diakibatkan patahnya
sebuah komitmen. Sesederhana itu,
sedalam itu, dan sepenting itulah
sebuah komitmen.

Sukses adalah hasil menciptakan dan
menjaga komitmen Anda dan orang lain.

Sebuah tujuan tidaklah relevan, mimpi
tak ada gunanya dan harapan tidaklah
lebih dari sebuah gelembung mimpi,
sampai Anda berkomitmen penuh untuk
mewujudkannya.

Komitmenlah yang menginspirasi
Anda mengeluarkan kemampuan
terbaik Anda.

Komitmen memperlihatkan kepada dunia
keseriusan Anda dalam bertindak.
Komitmen juga melindungi serta
menguatkan kredibilitas dan reputasi
Anda. Komitmen memberikan Anda
energi, momentum yang tak pernah
berhenti, dan rasa bangga yang tak
ternilai.

Komitmen juga memberikan kekuatan.
Tidak peduli apa pun yang kita
hadapi, sakit, kemiskinan, atau
bencana, kita tidak akan teralih dari
tujuan kita.

(by Anne Ahira)

Pohon Berduri

Seorang pemuda menanam pohon berduri di depan rumahnya. Seseorang menyuruh si pemuda untuk memotong pohon tersebut dengan kapak, khawatir akan bahaya yang tidak hanya mengancam keselamatan si pemuda tapi juga para pejalan yang kerap lewat di depan rumahnya. Saat duri telah keluar nanti, ia akan melukai kakinya dan orang-orang. Belum lagi bahaya lainnya. Namun sialnya pemuda ini menganggap enteng dan terus saja menunda untuk menebangnya. Waktu berputar tanpa henti. Bulan berganti Tahun. Pohon berduri tumbuh besar, akarnya menghujam jauh ke bumi. Dahan dan rantingnya menjulur kesana kemari. Si pemuda sendiri sudah menjadi kakek ringkih.
Ketika sadar duri pada pohon telah melukai dirinya dan orang-orang, si kakek ringkih segera mengambil kapak. Hendak menebang pohon berduri. Namun ayunan kapaknya bahkan tidak mampu mengores kokohnya batang pohon. Usia uzur si kakek telah merenggut kekuatannya untuk menumbangkan hasil tanamannya sendiri.
Kisah tadi, mengingatkan kita bahwa penundaan untuk menghentikan tindakan buruk hanya semakin mengokohkan keburukan itu sendiri dan melemahkan energi untuk merubahnya. Jangan menunggu waktu, jangan menunggu tua, karena setiap detik adalah kesempatan mengakarkan 'si pohon berduri' ditubuh kita. Ambillah 'kapak iman' segera sebelum terlambat. Penundaan hanya akan melahirkan ketidakberdayaan. Kelak saat kapak iman kita tak lagi tajam, tubuh pun terlanjur kehilangan kekuatan. Belantara pohon berduri kelak akan menusuk mata, telinga dan hati kita. Hingga menangis oleh kedukaan tak berujung. Tebaslah sekarang juga, karena waktu selalu menertawakan keringkihan kita.

(Oase Buletin "I See Buletin" edisi juni, IQRO Club Banjarbaru)

Pemimpin yang mendengarkan

"Kepemimpinan bagi saya berarti tugas,
kehormatan dan negara. Itu berarti
karakter dan itu berarti mendengarkan
dari waktu ke waktu" - George W. Bush

Dear My Friends,

Kebanyakan orang cenderung lebih
senang membicarakan dirinya sendiri
dibandingkan mendengarkan. Hanya
orang-orang  berpengaruh yang
memahami nilai luar biasa jadi
pendengar yang baik. Seperti yang
dikatakan senator Amerika Serikat,
Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan
pernah belajar apa-apa jika Anda
terus bicara.

Kemampuan mendengarkan secara cerdas
merupakan kunci untuk dapat
mempengaruhi orang lain. Mendengarkan
memberikan manfaat dalam membangun
hubungan, meningkatkan pengetahuan,
membangkitkan ide, membangun
loyalitas dan menunjukan rasa hormat
kepada orang lain.

Sekilas mendengarkan orang lain
tampak hanya menguntungkan mereka,
tetapi dengan menjadi pendengar yang
baik, Anda sebenarnya menempatkan
diri pada posisi membantu diri
sendiri.

Melalui mendengarkan, Anda memiliki
kemampuan untuk mengembangkan
hubungan yang lebih kuat,
mengumpulkan informasi berharga dan
meningkatkan pemahaman  Anda mengenai
diri sendiri dan orang lain.

Herb Cohen, seorang negosiator
terbaik dunia mengatakan:

"Mendengarkan secara efektif
membutuhkan lebih dari sekedar
mendengarkan kata-kata yang
disampaikan orang. Mendengarkan
menuntut Anda menemukan makna dan
pemahaman atas apa yang sedang
dikatakan. Lagi pula, makna bukan
terletak di dalam kata-kata,
melainkan di dalam seseorang."

jadi Teman , jadilah pendengar baik, sebelum
menjadi pembicara yang baik. :-)

Anne Ahira :)