Dear My Friends,
Memang paling mudah menyalahkan orang
lain atau situasi jika terjadi
sesuatu masalah. Padahal menurut
penelitian yang dimuat di Harvard
Business Review, bermain dalam
permainan menyalahkan tidak akan
pernah berhasil.
Dalam penelitian itu, mereka yang
menyalahkan orang lain atas
kesalahannya dapat kehilangan status,
kurang mendapat pelajaran, dan
berperforma buruk dibandingkan
orang-orang yang mengakui kesalahan
mereka.
Menyalahkan itu menular.
Jika Anda menyalahkan orang lain atas
apa yang Anda rasakan, Anda justru
memberi kekuatan pada mereka bahwa
Anda sebenarnya tergantung pada
mereka.
Padahal seharusnya, tak seorang pun
yang bertanggung jawab atas takdir
Anda!
Kepercayaan diri Anda akan memancar
di saat Anda tidak menggantungkan
diri pada situasi dan orang lain.
Jika Anda menyalahkan orang atau
situasi, Anda justru berteriak pada
dunia bahwa, "Saya tidak memiliki
kendali terhadap diri saya, saya
adalah korban. Orang lain di
kehidupan lebih berkuasa dari saya,
saya adalah korban."
Septia, jadilah nahkoda dari 'kapal'
yang Anda layari. Mulailah menerima
tanggung jawab, dengan begitu Anda
tidak perlu membagi pujian atas jerih
payah yang dibutuhkan dalam
mendapatkan pelajaran hidup, dan Anda
pun akan semakin percaya diri.
(17-03-13 by Anne Ahira)
Selasa, 19 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
Titip Rindu Dalam Telaga Cinta
Dalam sukma ini bergetar
Memanggil namamu wahai Orang Tuaku
Dimana suka dan duka terkenang
Memadu hidup bersama denganmu
Wahai Orang Tuaku
Ayah,,
Kutitip rinduku dalam telaga
Telaga dalam sukma hati
Jauh dalam telaga itu terkenang
Ketika tertawa
Ketika berduka
Jauh, sebelum kenangan itu terkekang
Ibu,,
Kasih rindu dan belaianmu merasuk dalam jiwaku
Tersimpan apik dalam telaga
Telaga yang berisi kasih sayang
Dan rinduku padamu
Rasa bersalahku, Pinta Kecilku
Semua menjadi satu
Dalam CINTA
Memanggil namamu wahai Orang Tuaku
Dimana suka dan duka terkenang
Memadu hidup bersama denganmu
Wahai Orang Tuaku
Ayah,,
Kutitip rinduku dalam telaga
Telaga dalam sukma hati
Jauh dalam telaga itu terkenang
Ketika tertawa
Ketika berduka
Jauh, sebelum kenangan itu terkekang
Ibu,,
Kasih rindu dan belaianmu merasuk dalam jiwaku
Tersimpan apik dalam telaga
Telaga yang berisi kasih sayang
Dan rinduku padamu
Rasa bersalahku, Pinta Kecilku
Semua menjadi satu
Dalam CINTA
by Septia Khairunnisa
Langganan:
Komentar (Atom)